Cuma Segini ?

Di kurikulum program studi Teknik Informatika ITB, ada mata kuliah yang bernama Sistem Informasi. Salah satu tugas mata kuliah ini menginstruksikan para mahasiswanya untuk melakukan analisis proses bisnis dan sistem informasi yang dimiliki oleh suatu unit usaha. Tugas ini dikerjakan secara berkelompok (satu kelompok terdiri dari tiga orang).

Pada saat saya mengambil mata kuliah Sistem Informasi ini, saya berkelompok dengan Karol Danutama dan Listiarso Wastuargo. Unit usaha yang kami tuju adalah PT LAPI Divusi. Kami dirujuk ke PT LAPI Divusi melalui salah satu dosen IF: Bapak Riza Satria Perdana. Selama melakukan tugas ini, PT LAPI Divusi meng-assign Ibu Dewi Kurniawati sebagai mentor kami.

Singkat kata, hasil analisis kami telah selesai dan hasilnya telah dipresentasikan ke PT LAPI Divusi. Suatu hari Ibu Dewi mengirim SMS ke Karol bahwa ada sedikit penghargaan dari PT LAPI Divusi untuk kami bertiga. Kami diminta untuk mampir ke kantor Divusi bila ada waktu. Di sinilah kejadian absurd itu bermula.

Continue reading

Ulang Tahun

Kosan, 12 Oktober 2011, 02:00 AM…

Secara tiba-tiba saya terbangun dari tidur dan melihat laptop masih menyala. Saya merangkak malas-malasan ke arah laptop dan berencana untuk men-shut down-nya kemudian lanjut tidur. Namun ternyata ada sesuatu yang menarik perhatian saya di layar laptop saat itu. Ada sekitar 10 notifications di laman Facebook saya. Hampir semuanya “some-random-guy wrote on your timeline. Okeh, arahkan kursor ke kanan atas, right-click di foto, dan open link in new tab (maksudnya buka laman profil Facebook sendiri di tab baru).

Kemudian terpampanglah dengan biadab isi timeline saya saat itu, seperti yang terlihat di bawah ini (salah tiga-nya):

Ultah_12Okt

Cukup menarik untuk membahas satu-persatu ketiga random guys yang muncul di atas.

Continue reading

Perbincangan Tak Penting

Semakin tidak penting perbincangan di antara dua orang, berarti semakin dekat kedua orang tersebut

Wow, kutipan yang hebat!

Dari siapakah kutipan tersebut berasal ? Ternyata, menurut Antonia Riani Kalisa, kutipan tersebut asalnya dari saya sendiri. Dia berkata bahwa saya menulis kutipan tersebut di salah satu sesi chit-chat. Saya belum sempat mengecek message archive Yahoo! Messenger saya untuk mengkonfirmasi hal ini. Seharusnya Lisa juga tidak berbohong (ngapain juga dia bohong coba). Terlepas dari itu semua, saya sangat amazed bahwa saya bisa membuat kutipan seperti itu ;).

Setujukah kalian ?

TOKI Camp 3.0

Pada tanggal 1-3 Februari 2013 lalu, Alumni TOKI kembali berkumpul dalam TOKI Camp 3.0 ! Sesuai namanya, ini adalah penyelenggaraan ketiga kalinya. Informasi lebih lengkap mengenai TOKI Camp disajikan pada laman wiki ini.

Pada TOKI Camp 3.0 ini, ada dua kali sesi talk show: sesi Pak On Lee (CTO GDP Venture) dan sesi tiga-akademisi (UI, IPB, ITB). Sesi Pak On Lee membahas kilas balik kerja sama TOKI-GDP selama setahun belakangan. Sesi tiga-akademisi membahas pengalaman para pembicara yang mengambil jalan hidup sebagai seorang akademisi. Saya akan membagikan hal-hal bagus yang saya dapatkan di kedua sesi tersebut dalam bentuk poin-poin singkat.

Sesi Pak On Lee (GDP Venture):

  1. Hasil magang para Alumni TOKI di GDP sangat memuaskan. Pak On Lee sebagai CTO telah memberitakan hal ini kepada CEO GDP dan mereka memutuskan untuk membentuk GDP Labs.
  2. Para alumni TOKI belajar banyak hal selama di GDP.
    • Continuous Integration using Jenkins.
    • Software Testing using Selenium.
    • Cloud computing (Amazon Web Service and Windows Azure) training in Singapore.
  3. Pak On Lee menerapkan US Culture di GDP Labs.
    • Every employee gets their own laptop.
    • They have dual monitor. It greatly increases productivity. One screen showing IDE, another screen to view documentation: no need to flip back and forth.
  4. In computer science, excelling in only one particular area is not enough, have a depth on one aspect and then: branch out“. – On Lee
  5. If you do not branch out, eventually you will know almost nothing.” Perumpamaan: seorang atasan, yang tidak tahu apa-apa mengenai Hadoop, meminta bawahannya untuk meriset mengenai teknologi tersebut (bawahannya juga tidak tahu apa-apa). It is like blind people leading blind people. Ketika bawahan tersebut gagal meriset mengenai Hadoop (as expected), sang atasan akan menyalahkan bawahan sepenuhnya.
  6. Mengenai karyawan yang memiliki karakteristik kutu-loncat, Pak On Lee menceritakan, ada company yang meminta karyawannya menandatangani kontrak setiap kali dikirim ke suatu pelatihan. Kontrak ini mengharuskan karyawan untuk membayar sejumlah uang (pengganti cost pelatihan yang dikeluarkan company) ketika karyawan tersebut memutuskan resign. (FYI, Pak On Lee tidak menerapkan hal seperti itu di GDP)
  7. Make your employee happy. Don’t let them resign just because they are not happy with their work environment.
  8. Work with intelligent people.
  9. GDP Labs was established after GDP collaborated with TOKI Alumni and ITB laboratory assistant due to their excellence. With GDP Labs, GDP plans to go beyond what others are making.
  10. Startup dilemma: hire expert people OR fresh-graduate ? If you have the money: hire expert people.
    • Startups tend to compete with time, if they do not release their product quickly, competitors can overtake them.
    • It’s better to have A-class team and B-class idea rather than A-class idea but with B-class team.
  11. Over the time, IT companies (the good ones) will make its technical interview become harder and harder. So it is better to apply earlier rather than to delay it just because you are not confident enough (or for another silly reasons).

Sesi tiga-akademisi menghadirkan Bapak Yugo Kartono Isal (Universitas Indonesia), Bapak Musthofa (Institut Pertanian Bogor), dan Bapak Yudistira Dwi Wardhana Asnar (Institut Teknologi Bandung). Secara umum, pada sesi ini beliau-beliau bercerita mengenai pengalamannya menempuh pendidikan mulai dari S-1, (S-2), hingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang S-3. Bagaimana suka duka-nya, apa motivasinya, serta apa tips dan trik-nya.

Untuk sesi tiga-akademisi ini, saya tidak sempat mencatat, jadi saya tidak bisa cerita banyak. Saya akan coba kontak peserta TOKI Camp 3.0 lainnya mengenai hal ini dan saya tambahkan di sini.