Rangkaian acara Studi Kenal Alam dan Lingkungan (SKAL) Bandung 2009 telah usai pada hari Rabu, 13 Mei 2009 yang lalu. Tentunya banyak cerita-cerita yang sangat patut untuk dibagikan. Berikut sedikit dongeng dari sudut pandang saya tentang rangkaian acara SKAL 2009 Bandung yang dilaksanakan pada 12-13 Mei 2009 di Bandung – Jawa Barat.
Senin, 11 Mei 2009
Selasar GKU Barat ITB – 18.30
Seusai kuliah masing-masing, baharudak al d’smada (panitia SKAL BDG) berkumpul di selasar GKU Barat untuk melakukan koordinasi terakhir sebagai persiapan acara SKAL hari pertama besoknya. Beberapa poin yang dibahas dalam koordinasi tersebut :
- Pembagian denah bus dan daftar peserta SKAL BDG 2009 kepada masing-masing pendamping yang telah ditentukan pada rapat – rapat sebelumnya.
- Memantapkan, mengingatkan, dan mem-fix-kan rundown acara hari pertama kepada seluruh baharudak al d’smada.
-
Mempersiapkan para pendamping yang akan menjemput ketiga bus peserta di dekat pintu tol Pasteur untuk menjadi penunjuk jalan bagi driver menuju ke penginapan di Wisma Tut Wuri (jalan Diponegoro no.12 Bandung) sekaligus menyambut para peserta. Para penjemput itu adalah :
- Nur Al Amien (Bus A)
- Ivan Prayudi Santoso (Bus B)
- Wahyu Hendro Susilo (Bus C)
-
Menunjuk koordinator lapangan untuk mengkoordinasikan seluruh peserta SKAL dan pendamping di hari pertama :
-
Mempersiapkan para pendamping yang akan menemani dan mengarahkan para peserta SKAL BDG 2009 di Institut Teknologi Bandung (ITB) :
- Meryda Yunika Sari : Teknik Elektro
- M. Arief Furqaan : Teknik Mesin
- Misbaqul Munir : Teknik Kimia
- Riza Nur Afifah : Teknik Pertambangan
- Grahari Dyaning Ratri : Seni Rupa
- Membahas perkembangan terbaru tentang lokasi Malam Penutupan (Matup)
- Chief SKAL BDG 2009, Radithya ‘gug’ Yudha mengingatkan para panitia untuk selalu respect dan humble dalam segala kesempatan dan kondisi apapun yang terjadi.
- Makan nasi-Padang-bersubsidi (Rp 2.000,00 per bungkus) bareng-bareng. (Iki ketokane informasi gak penting, deh…-_-”")
Sekitar pukul 21.30, akhirnya semua pada bubar kembali ke kos/kontrakan masing-masing, menghimpun tenaga untuk hari yang panjang esoknya.
Selasa, 12 Mei 2009
Wisma Tut Wuri – 00.00
Beberapa panitia stand by di guest house Wisma Tut Wuri untuk menanti kedatangan peserta sekaligus berkoordinasi dengan pihak penginapan. Mereka juga mempersiapkan brownies,air,gula,teh, dan teko pemanas untuk membuat teh anget guna dibagikan ke setiap kamar peserta sebagai welcome drink (heealaah…teh anget thok ae diomong welcome drink…-_-”).
Sekitar pukul 04.30, dengan sambutan rintikan hujan yang tidak terlalu deras ,ketiga bus yang ditumpangi para peserta SKAL BDG 09 akhirnya tiba di Wisma Tut Wuri. Setelah turun, para peserta dikondisikan oleh Farid Hakimil Ihsan untuk mendapatkan kunci kamar masing-masing, sementara para pendamping bus membantu menurunkan barang-barang bawaan para peserta dan guru. Sementara itu, panitia-panitia yang sejak kemarin sudah stand by di guest house wisma, dikerahkan untuk membagi-bagikan teh hangat dan brownies ke kamar peserta masing-masing : ketok pintu, wajah senyum, ucapkan selamat pagi, lalu ngisi teh. (keep smile on Paris van Java, hehehhe…)
Pukul 06.30, konsumsi yang dipersiapkan oleh Fanteri Aji Dharma tiba di wisma. Sementara itu, para peserta SKAL sudah mulai keluar dari kamarnya masing-masing dan berkumpul lapangan parkir wisma. Sembari menunggu para pendamping mengangkut konsumsi ke dalam bus, Radithya ‘gug’ Yudha – dengan menggunakan megaphone – memberi arahan pada para peserta tentang aturan-aturan di ITB, prodi yang dikunjungi, dan mengingatkan para peserta untuk tetap semangat, respect kepada orang lain, serta keep smile on Paris van Java.
Pukul 07.00 ketiga bus cabut dari penginapan, meluncur ke ITB.
Kampus ITB – 07.15
Sampai di ITB, para peserta foto-foto dulu di depan monumen kubus.
Setelah foto-foto, para peserta diarahkan menuju basement Campus Center (CC) Barat ITB (depan kantor informasi beasiswa) untuk sarapan. Setelah sarapan, mereka diarahkan menuju Aula Timur ITB untuk mendapatkan sambutan dari pihak rektorat ITB pada pukul 08.00.
Seusai mendapatkan sambutan dari pihak rektorat, para peserta langsung dibagi per kelompok sesuai dengan prodi masing-masing yang akan dikunjungi. Masalah timbul saat ada beberapa peserta yang tidak puas dengan pembagian kunjungan prodi ini : ada yang pinginnya ke Teknik Elektro tapi yang dikunjungi Teknik Pertambangan, ada yang pingin Teknik Kimia tapi dapetnya SR, dsb. Semoga bisa menjadi pelajaran baik bagi panitia pusat Kediri maupun panitia lokal Bandung untuk SKAL tahun-tahun berikutnya.
Karena waktu kunjungan ke tiap-tiap prodi di atas berbeda-beda satu dengan lainnya, kelompok-kelompok yang sedang nganggur, diboyong ke Toko Kesejahteraan Mahasiswa (TOKEMA) untuk membeli pernak-pernik dan oleh-oleh khas ITB seperti kaos, gantungan kunci, pin, dan mug.
Setelah semua kelompok peserta selesai melakukan kunjungan prodi dan puas berbelanja di TOKEMA, rencananya mau ada sesi foto-foto lagi di depan gedung pusat informasi kampus (di tengah-tengah CC Barat dan Timur), namun terjadi miskomunikasi diantara para pendamping sehingga ada sebagian kelompok peserta yang ternyata dibablaskan ke Masjid Salman untuk sholat dan makan siang. Hal ini berefek domino terhadap kelompok-kelompok lain di belakangnya yang juga langsung diboyong ke Masjid Salman semua sehingga sesi foto-foto di depan gedung pusat informasi kampus dibatalkan.
Setelah sholat, sekitar pukul 12.00,para peserta kembali ke dekat bus masing-masing (yang diparkir di gerbang depan ITB) untuk makan siang. Sementara itu, sebagian panitia dan pendamping berkumpul untuk koordinasi kunjungan selanjutnya : Cihampelas Walk (CiWalk). Sekitar pukul 13.15, para peserta yang sudah siap di dalam bus diabsen oleh pendamping bus masing-masing dan mendapat pengarahan tentang kunjungan ke CiWalk, setelah itu bus pun berangkat.
Detail kunjungan di CiWalk belum ada berhubung penulis tidak ikut ke sana disebabkan harus mempersiapkan Makrab yang akan berlangsung di Aula Universitas Pasundan – Bandung.
Next post : SKAL Paris van Java 2009 (part 2 : Malam Keakraban) !!
- vivat smada -
photo credits : Inggrid Eka Pratiwi