Ceritanya…
Beberapa minggu yang lalu,saya baru sembuh dari sakit, sakitnya sih biasa saja, cuma meriang dan masuk angin, tapi entah kenapa penyakit itu begitu mengganggu.
Klo kata orang ini sih, tubuh kita bagaikan dihajar habis-habis an oleh pengendali udara dan pengendali air…wahahaha, lucu juga, tapi mungkin memang harus begitu ya kalau menghadapi penyakit. Harus positipf thinking biar penyakitnya cepet keluar.
OK, jadi kronologisnya begini :
- Bermula pada hari Sabtu, 7 Februari 2009. Paginya masih sehat-sehat saja, ngikutin rapat SKAL 2009 di CC Timur ITB, makan siang nasi kotak goceng-an yang walaupun terlihat murah tapi ternyata lauknya cuman ayam bakar super mini ditambah beberapa lalapan plus sambel. Waktu itu ada yang jual gitu, katanya sih buat danus nya unit KSEP (entah KSEP <Kelompok Studi Ekonomi Pasar Modal> atau KS-SEP [Kelompok Studi Sejarah Ekonomi Politik]). Berhubung posisi saya pada saat itu ada di lapangan basket sebelah selatan CC Barat, dalam rangka menanti lomba non-olimpiade (injakz balonz, 3-point shoot, dll), dan dalam keadaan lapar belum makan, ya sudah beli deh.
- Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata saya dipermainkan oleh panitia olimpiadenya, di-SMS janjinya jam 11 kumpul buat lomba, ehhh…sampe jam 2 gak mulai-mulai. Alasannya karena pesertanya belum hadir semua. Akhirnya karena merasa tidak dihargai, pulang deh.
- Rencana awal sebenarnya setelah ikut lomba langsung pulang dan istirahat biar sorenya bisa semangat ke ultahnya Helena (jam 18.00), tapi gara-gara lomba non-pertandingan asem itu terpaksa jadinya gak sempet istirahat. Jadi pulang langsung mandi-mandi dan kemudian stand by di simpang lima Gumul nungguin Randi ngejemput.
- Menunggu beberapa menit, akhirnya Randi dateng juga. Ternyata uda bareng-bareng sama Ronny, Gugel, Gogo, dan Romi. Kemudian bersama-sama meluncur ke Balee Gazeebo di jalan Surapati 46 Bandung – Jawa Barat.
- Sesampai di Balee Gazeebo, beberapa anak udah banyak yang sampe, pada duduk-duduk di beranda Balee-nya gitu deh, entah kenapa gak masuk-masuk. Akhirnya Helena ke depan nanyain dengan suaranya yang super-soft-dan-amat-sangat-pelan-sekali-tetapi-entah-kenapa-masih-tetap-saja-terdengar itu, napa kok kita gak masuk aja. Akhirnya semua pada masuk ke dalem, ngisi daftar hadir n duduk-duduk di dalemnya.
- Model pestanya, kursi-kursi diatur berjajar di ruangan tengah, tempat para tamu undangan duduk, sementara MC ada di depan.Jadi modelnya kayak ruang kebaktian gereja mini gitu. Sementara makanan disajikan secara prasmanan di ruangan sebelahnya.
- Pada awalnya, sebagai welcome drink, disajikan coca-cola, sprite, dan fanta untuk para tamu undangan. Nah, di sinilah kecurigaan saya, ada kemungkinan coca-cola yang saya minum itu sudah kadaluwarsa sehingga memberikan dampak buruk pada pencernaan dan ritme boker saya.
- Untuk jalan cerita ulang tahunnya, kapan-kapan akan saya ceritakan di postingan lainnya, yang jelas pestanya meriah banget, di samping duo MC nya lumayan supel dan semanak dengan para tamu undangan serta permainan yang asik dan gak jayuz, acaranya sendiri sudah cukup unik : sweet 17th waktu kuliah (wow kk wow !!)
- Aku dan semua yang tadi bareng Randi, baru pulang sekitar jam setengah 11 malem,setelah dihibur oleh lagu-lagu daerah asal Medan (Batak) yang walaupun gak ngerti artinya sama sekali, tapi ternyata sangat enak didengar telinga.
- Setelah sampai di kos, badan biasa-biasa saja, langsung nggelethak dan tidur. Besok paginya berangkat ke gereja sekitar jam 07.15. Sepulang dari gereja, mampir bentar buat beli sate langganan untuk sarapan di kos. Badan masi tetep biasa-biasa saja.
- Sorenya…nah ini… setelah mandi, badan rasanya lemes semuaa…pegel-pegel gitu lah,dan mulai merasa kedinginan. Keadaan ini berlanjut dan bertambah parah, sampai puncaknya di malam hari cuma bisa tiduran di kasur tanpa bisa melakukan hal yang berguna. Cuma bisa bikin teh anget, pipis, boker, dan berguling-guling di atas kasur mencari posisi yang lebih nyaman.
- Untuk makan malam hari itu, kepikiran untuk beli nasi goreng aja, karena memang hari Minggu ga ada rantangan dan badan gak kuat klo harus masak. Akhirnya titip Ivan buat beliin. Di tengah jalan, pilihan berubah jadi mie rebus. Setelah Ivan pulang, mie rebusnya jadi pangsit…-_-”
- Makan pangsitnya, baru sekitar 5 suapan, udah langsung kenyang. Mau diterusin makan, perut rasanya udah eneg dan gak bisa nampung lagi. Tapi akhirnya bisa abis hampir seluruhnya, walaupun masih nyisa dikid.
- Setelah makan, juga cuma bisa tidur-tidur an lagi, nge-check comment-yang-telah-berubah-menjadi-ajang-gosip-kalkulus-15-stei-itb-2008 di Facebook, dan mendapati ternyata gosipnya makin parah, tapi berhubung sedang sekarat, jadinya efek gosip itu tidak terlalu mempengaruhi.
- Akhirnya jam 9 memutuskan untuk tidur. Besok paginya udah lumayan seger, walaupun badan rasanya masi tetep kayak bubur berjalan. Memutuskan untuk ikut kuliah.
- Selama kuliah, untungnya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (pipis di celana, boker di kelas, muntah ke temen di bangku depan gitu misalnya). Cuman ya itu tadi, badan masi tetep gak enak, perut rasanya mules terus dan terasa ada yang mengganjal di perut namun tak bisa dikeluarkan.
- Sehari bisa boker sampe 10 kali (lebay ahh…yahhh paling 5 x lah) dan selalu klo boker itu mencret, cair buanget, molaritas negatif (-_-”), dan susah untuk ditahan. (Maksudnya klo kebelet langsung aja syooorr…., tapi ya gak segitunya lah ya…itu hiperbolanya, jelasnya masih ada waktu buat ke kamar mandi)
- Hari Senin malemnya, Ivan minjemin termometer, katanya klo panasnya tinggi, ada kemungkinan DBD ato Tipus. Setelah beberapa jam dikepit di ketiak, kulihat angka termometernya menunjukkan 37.8 derajat celcius…..haaaah ?!?!? Tinggi amat ?!? Cukup heran karena waktu itu rasanya badan tidak terlalu panas (walaupun memang rasanya pegel-pegel dan capek semua), akhirnya termometernya kutaruh di meja dan kutinggal tidur.
- Esok harinya, iseng-iseng termometernya dilihat lagi….eh….masih tetep di 37.8, padahal kutaruh di tempat terbuka dan udara Bandung waktu malem-pagi hari kan dingin pisan. Kliatannya tu termometer rusak.
- Singkatnya, badan-capek-pegel-dan-boker-10x-sehari seperti di atas berlanjut terus sampai Kamis.Selama rentang waktu itu, tiap kali mencret selalu minum NEW DIATABS 2 pil sekaligus, tiap habis makan siang minum ZegaSe 1 pil dan Lactas Calcicus (Kalk) 2 pil. Malem harinya di kos, sehabis makan malem selalu makan jeruk, setelah jeruknya abis, ganti pisang.
- Akhirnya di hari Jumat, frekuensi boker kembali seperti biasa dan fesesnya sudah memadat (tidak lagi caer, dan bisa ditahan sampe beberapa jam)
Yahhh…segitu dulu lah sharingnya. Pelajaran yang bisa dipetik dari blogpost kali ini adalah, jaga kesehatan kapanpun dan dimanapun kita berada. Ibu kos, temen satu kos, dosen, temen kuliah, dan bahkan dokter sekalipun tidak bertanggungjawab atas kesehatan kita. Kita lah yang bertanggung jawab atas kesehatan kita sendiri.
February 25, 2009 at 8:49 pm
tapi jgn bawa bawa coca cola dunk..
ga enak kedengarannya
February 25, 2009 at 8:51 pm
=p
February 25, 2009 at 9:13 pm
Wah, ga enak gmn maksudnya ?!?
Nita ni siapa ya ?!?
February 28, 2009 at 1:02 am
wedeh, “kata orang ini…” -_-”
eh bleh, inget2 waktu aku habis diserang pengendali air..
besok malemnya, aku begadang habis minum obat, ditemani secangkir kopi dan sebotol kecil coca-cola.. (padahal masih dalam pengaruh obat)
wahahahhaa…
-_-”
-sekali2 nggae basa indonesia gpp tho.. hahhaa-
March 7, 2009 at 2:54 pm
Sakit itu teh??
Sakit kok dibilang teh….. (-.-”)
March 7, 2009 at 5:06 pm
^
mana susunya…-_-”
Yahhh….’teh’ di sini nggak berarti apa apa sih, cuma pelengkap doank…
Aksen Sunda begituu….
March 20, 2009 at 5:20 pm
Wah, hati2 tuh, jaga kesehatan… berabe kan kalo sakit pas menjelang UTS ayo UAS….
Mencret (diare), masuk angin, tifus, itu penyakit yang biasa di kalangan mahasiswa…. Saya sarankan hati2 makan, jangan makan di sembarang warung. Terutama Ganyang….. ck ck ck… banyak rumor beredar yg mengatakan kalo di sana itu…………………………………
*saking menyeramkannya sampe ga bisa nulis*
March 20, 2009 at 9:08 pm
Wah, nggih mas, suwun saran e…
Untungnya sakitnya itu gak deket-deket UTS ato UAS…hehehe…
Walah, emang ada rumor apa di Ganyang ? Zat pewarna untuk warna coklat didapat dari kotoran kuda yang biasa seliweran di sepanjang jalan Gelap Nyawang itu ya ?
-_-”…..
March 20, 2009 at 9:46 pm
Aih!! Kamu mengatakannyaaaaa!! Uuurgh….
*Hueeeek!!*
Itu salah satunya… *batuk*
Simpen aja rumor lainnya yah… *nyari bungkusan buat muntah*
May 6, 2009 at 2:02 pm
nyalahin coca colanya helena lagiiii.. dasarrrrr… ***