Hemm…sepintas kelihatannya tidak ada yang salah dengan KTP saya di atas : nama lengkap saya benar – huruf ‘Ch’ pada ‘Chandra’ udah bener – tempat tanggal lahir pun benar, jenis kelamin….ya iyalah Pria…masa Gay…-_-“…saya kan bukan anggota HiMaHo (Himpunan Mahasiswa Homo) yang desas-desusnya santer banget di kampus cap gadjah duduk. Denger-denger sih, katanya sekre-nya ada di toilet Labtek V lantai 3…hemm…jangan-jangan pelopornya anak IF lagi…soalnya kan Jurusan Teknik Informatika ada di labtek V….hiiii….Eh udah ahh, balik-balik.OK, lanjut…alamat juga tidak ada yang salah,lain-lainnya juga gak. Fotonya pun benar itu foto saya – bukan fotonya Brad Pitt – tanda tangannya juga bener, dan….hemmm…memang golongan darahnya tidak ditulis sih, entah kenapa tidak ditulis, padahal seingat saya waktu menulis data diri, sudah saya cantumkan. Aneh memang, tapi bukan itu maksud saya di blogpost kali ini.
Yang patut menjadi perhatian adalah : Status Perkawinan saya yang letaknya ada di bawahnya pasfoto….ya…itulah yang aneh…status perkawinan saya adalah TIDAK KAWIN. Tidak kawin saudara-saudara…tidak kawin….padahal (sebagai contoh sample), kalau kita lihat pada KTP yang lain di bawah ini : (Data diri disamarkan atas permintaan pemilik KTP)
dapat dilihat pada gambar atas bahwa status perkawinannya adalah : BELUM KAWIN. Setelah saya mencoba melihat-lihat KTP teman-teman yang lain, semuanya sama Status Perkawinannya : BELUM KAWIN. Saya pun berpikir-pikir, kenapa ya kok Status Perkawinan di KTP saya tulisannya TIDAK KAWIN ? Jika dibandingkan bahwa ternyata ada yang status perkawinannya BELUM KAWIN, berarti yang statusnya TIDAK KAWIN itu berarti TIDAK AKAN PERNAH kawin dong, ya ? Gitu nggak sih ?!?!?
Well, membahas masalah kawin atau tidak, kebetulan waktu men-scan 2 KTP di atas, saya sedang menonton film LICENSE to WED yang dibintangi oleh Mandy Moore, Robin Williams, dan satu lagi yang cowok lupa namanya. Film itu menceritakan pasangan Sadie (Mandy Moore) dan Ben (lupa nama aktornya) yang bertunangan dan akan menikah, namun mereka berdua terlebih dahulu harus menjalani semacam pre-wedding course untuk menguji apakah mereka berdua cocok menjadi suami-istri. Pelatih dan sekaligus penilai dalam course itu adalah Reverend Frank (Robin Williams). Di film tersebut dikisahkan bagaimana Reverend Frank dapat ‘mengkompres’ dan ‘mensimulasikan’ apa yang akan dialami oleh kedua pasangan tersebut selama 30 tahun ke depan (setelah perkawinan) hanya dalam 3 minggu course tersebut. Dikisahkan bahwa ternyata dalam 3 minggu penjajakan tersebut, Ben dan Sadie ternyata menemukan teramat sangat banyak sekali ketidakcocokan di antara mereka berdua. Yah walaupun pada akhirnya keduanya saling mengerti sih memang.
Pertanyaannya : menikah itu membuat orang bahagia atau tidak sih ?!?! Atau…semuanya terjadi seimbang, pasti ada cek cok, pasti ada tidak enaknya, pasti muncul masalah, tapi sebaliknya pula, akan ada ketentraman hati, akan ada ketenangan, kebahagiaan….apakah seperti itu ? Everything is balanced ? Lalu bagaimana dengan yang TIDAK menikah [seperti yang tertulis dengan begitu biadabnya di KTP saya] ? Apakah mereka akan mengalami ketidakenakan seterusnya ? Atau malah kebahagiaan seterusnya ? Atau juga sama, everything is balanced ? Klo gitu apa bedanya dong orang yang menikah dengan yang tidak ? [Gampanglah, Tim...yang menikah tu punya suami/istri, punya anak, sedangkan yang gak, yo kosok balene,ngono kok angel....ya tapi jelasnya bukan itu lah ya perbedaan yang dimaksud di sini]
Lalu, masih seputar masalah KAWIN GAK KAWIN ini, waktu di SMA, beberapa sahabat cewek saya [bukan beberapa sih, hampir semua malah, tapi ada juga yang gak, kok] rasanya gimanaa gitu klo ngomongin masalah menikah, ada yang bilang menikah itu membuat hidup tentram, bisa bersama mamamia lezatos selamanya, dll, dll….juga pernah ada suatu ketika beberapa dari mereka mendapat berita bahwa senior kami [mbak Desty] lulus dari sebuah institut di kota Bandung dengan predikat Cum Laude, Triple A…entah apa maksudnya triple A itu saya juga gak tau, perasaan klo lulus itu adanya IPK yang berupa angka, bukannya berupa huruf lagi…tapi ya ntahlah, mungkin saya yang memang belum tau, yang jelas sahabat cewek saya itu menceritakannya dengan begitu menggebu-gebu, dan tidak berhenti sampai di situ saja, dia pun melanjutkan bahwa mbak Desty juga dapet beasiswa untuk meneruskan studi di Belanda, dan klo saya gak salah inget, katanya juga bakal menikah sebelum berangkat. Jadi klo diringkas begini : Lulus Cum Laude !! Triple A !! Entuk beasiswa nang Belanda !! Trus menikah !! Ketika dia crita ini ke teman-teman ceweknya yang lain waktu reuni, semuanya pada “WAOOOOWWW….PENGEEEN…..pehhh…mbak Desty wanna be….” Hemmm…..dan kelihatannya mereka memberikan intensi yang sangat berlebih pada bagian cerita yang menikah tersebut.
Pertanyaannya : Apa yang membuat mereka begitu menggebu-gebu dengan pernikahan ? Dan kenapa mereka juga menekankan tentang lulus Cum Laude, Triple A, dan dapat beasiswa itu sebelum menikah ? Apakah ini suatu pride bagi seorang cewek ? Menikah setelah mendapat predikat cum laude, triple A, dan dapat beasiswa ? Tentunya mendapat predikat Cum Laude, triple A, dan dapat beasiswa ke luar negeri adalah suatu yang sangat membanggakan, tapi yang menjadi inti pertanyannya di sini adalah kenapa seakan-akan mereka mengatakan itu sebagai seusuatu yang harus dicapai sebelum menikah ? Atau mungkin saya yang salah tangkap kali, ya. Atau jangan-jangan ini memang tradisi cewek zaman sekarang ? Wahai cewek, menikahlah setelah kamu lulus dengan predikat Cum Laude, Triple A, dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri.….kalau belum, jangan berani-berani menikah….-_-“….
Hemmm…yahhh….apapun itu, rasanya alasan orang menikah memang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata,walaupun ada yang bisa mengungkapkannya, mungkin tidak bisa benar-benar lengkap, sehingga mungkin tetap akan menjadi misteri. Tapi yang pasti, menikah atau tidaknya orang tidak bisa hanya ditentukan dari status perkawinan yang tertulis di KTP nya. [Eh, iya gak sih ? Hahaha....]
Jadi, pertanyaan rangkuman dari blogpost ini adalah : “Emang bener sungguhan ada ya, sekre HiMaHo di toilet LabTek V lt. 3 ?”
…-_-“…
NB : Bagi Anda yang berkenan dan tidak keberatan, mohon kirimin saia hasil scan dari KTP Anda, baik itu yang BELUM maupun TIDAK kawin, biar bisa jadi contoh tambahan…silakan Anda men-sensor bagian apa saja yang Anda ingin untuk tidak diperlihatkan, kecuali yang bagian status perkawinan tentunya. Bisa dikirim ke e-mail saya : hover4phoenix@yahoo.com
Terima kasih sebelumnya.


November 14, 2008 at 9:54 am
Weleh2 tim, mestinya itu SUDAH KAWIN kali ya.. bukannya TIDAK KAWIN hahahaha….
November 14, 2008 at 4:40 pm
Heee ?!?!?!? SUDAH KAWIN ?!??!? Kawin apa siapeee ?!?!? hahahhahaha…..
November 15, 2008 at 11:15 am
Wah Tim… di KTP-ku tulisannya “BELUM KAWIN”, jadi bukan “TIDAK KAWIN”… Wahahaha…
Jadi ya emank punyamu yang aneh… Wakakka..
O iyo, ati2 lho bleh.. pernyataanmu tentang HiMaHo perlu dipertanggungjawabkan.. Yg dimaksud disini adalah.. Apakah dirimu benar² bukan anggota HiMaHo???
Waahahahaha
November 15, 2008 at 2:09 pm
Hooo… jd timmy anggotanya HiMaHo toh…!
Hmm….
Qdink lho tim hehehehehehe…. kmu jadi asisten pelatnas kali ni?
November 15, 2008 at 3:24 pm
@ilcapt:
Aseemmm….mana mungkin gitu lhoohhh…baru juga masuk ITB, mosok wis masuk HiMaHo…-_-”….
@Janson:
Iya, jadi asisten…ama Karol dkk
November 21, 2008 at 6:32 pm
haha,,si timi ketawaaaaannn,,, ga kawiiinnn,, haha..
*)
ah,jadi serem deket” ma timi,,haha(*bcanda mi,,*)..
ktp sy tulisannya blum kawin loooh,,
hmm,, yang pertama,,kamu nulis::
” Klo gitu apa bedanya dong orang yang menikah dengan yang tidak ?”
kalo kata saya,,ntah bener ato ga,, (*saya blom ngerasain sendiri ,*),, kalo buat sebagian orang, pasangan hidup itu bisa ngerubah mereka,
contohnya: timy asalnya suka ngerampok, ngjarah, ngbunuh, mutilasi orang dan binatang,, terus punya istri,,
nah si istrinya timy ni orang baek,, selalu melarang timy buat berbuat kejahatan kaya gitu lagi,, terus timy punya anak yg sgt disayang ma timy,, dan si anak ngomong gini ma timy:: ‘ayah,, sy malu punya ayah perampok,, kalo ayah sayang ma sy, ayah musti berenti jadi perampok,,’
nah,, jadilah kamu berhenti merampok lalala,, haha..
terus biasanya orang yang udah nikah itu lebih well organized,, koz ada yang nyiapin maem,, nyuciin,, merhatiin penampilan kamu lalala (*tapi saya ga maw jadi pembantu nantinya,, haha..*)
nah,, yang lainnya tanya aja ma ayah or ibu mu,, my..
haha..
terus pertanyaan kedua kamu::
“Apa yang membuat mereka begitu menggebu-gebu dengan pernikahan ? Dan kenapa mereka juga menekankan tentang lulus Cum Laude, Triple A, dan dapat beasiswa itu sebelum menikah ? ”
hmm,,dari sudut pandang sy sbg cewe sih,, most ladies ga maw hidup melajang ampe mati,, mereka pengen punya seseorang yang bisa mereka sayangi nantinya,, karna ce itu full of love,,haha…
lagian ya my,, cewe itu lebih rentan kena fitnah daripada co,
jadi ce itu ga mudah,, apalagi kalo masi melajang,, halah..
musti pandai” jaga diri,,sebisa mungkin ga pulang malam,, tujuannya kan biar ga terjadi hal” yg tidak diinginkan,,
nah, kalo dah nikah,, malah kalo bisa secepatnya hal yg tidak diinginkan tadi terjadi,, haha… (*ngerti ga maksudnya??
tapi sebagai konsekuensi logis dari pernikahan,, cewe ga bisa sebebas kalo masi single,,bebas kuliah,,bebas hangout,, bebas bergaul,, lalala,,
kalo dah nikah kan ada yang harus diurus namely family,, jadi bisa aja studi juga bakal terhambat oleh hal” kaya kehamilan,, ato ikut suami yg tugas kemanaaa gitu,, nah,, jadi sy pun berpikir untuk menyelesaikan studi dulu lalala sebelum nikah,,
nah , pertanyaan terakhir kamu (*sangat ga penting*)::
“Emang bener sungguhan ada ya, sekre HiMaHo di toilet LabTek V lt. 3 ?”
untuk urusan ini,, silakan datangi langsung dan tanyakan syarat” pendaftarannya,, haha…
terus
November 21, 2008 at 6:35 pm
terus udah
November 24, 2008 at 9:27 am
Wahahahaa…yahhh…eniwei…thank you buat jawaban-jawabannya, Ndah…jawaban yang cukup objektif.
Trus, kirimin dong hasil scan KTP mu, terserah deh yang disensor mana aja, asal bukan yang status perkawinan…ane tunggu ya….hahaha…
Buat yg lain…mana nih hasil scan-nya ? Janson ? Anggakara ?Ditunggu lho…
November 30, 2008 at 2:56 pm
ada himaho di ITB???
di UGM juga ;p
tapi cuma bwt becandaan gt…
oia kenalin aQ temennya gogo
please visit my blog ^^
December 18, 2008 at 9:17 am
Waduh, sori tim, ak gak ada scanner nih, gak bisa scan KTPnya hohohoho….
December 31, 2008 at 9:47 pm
Ati2 lho, himaho bner2 ada. Waktu itu mw diresmiin k rektor. Cm ditentang ama gamais. Haha
KTP sy tulisannya ‘blm kawin’ kok.
Oh iya, lupa. Sy tommy yg skelas ama km. xD
March 20, 2009 at 9:50 pm
HUakakakakakakakakak!
Kalo “tidak kawin”, bisa2 itu jadi doa… ntar kamu ga nikah seumur hidup… *BLETAK* Maap, bercanda… ^^
Tapi bener lho kalo kawin itu membawa ketentraman, kalo dijalani dengan ikhlas dan dengan niat ibadah, jangan hanya menuruti nafsu belaka….