The Lost (Air)Binder

Setelah dilihat-lihat, kok judulnya ada miripnya The Last Airbender. Tapi post kali ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Avatar Aang itu, post ini bercerita tentang saya yang kehilangan binder berwarna biru yang semenjak kuliah mulai saya gunakan sebagai buku catatan.

September 24 2008

Pukul 06.30 WIB saya berangkat ke kampus, hari Rabu itu jadwalnya adalah praktikum fisika dasar di Laboratorium Fisika Dasar di gedung TPB. Kelompok saya – kelompok A – mendapat bagian modul 02 : Getaran. Semuanya berlangsung baik-baik saja, sampai saya masuk di lab, men-scan kartu tanda pengenal Lab FiDas ke petugas yang megangin alat sensor, lalu membuka tas untuk mengambil modul,kotak pensil, kalkulator, penggaris, dan….”Lho…binder biruku mana, ya ?”

Pada saat itu saya tidak terlalu ambil pusing, saya pikir binder itu ketinggalan di tempat kos. Toh waktu praktikum, binder itu tidak terlalu saya butuhkan, rencananya sih cuma buat diambil satu loose leaf nya buat ikutan tes awal praktikum, akhirnya minta kertas ke DICKy Lefriandi Sihaloho

Praktikum berlangsung seperti biasanya, tanpa persoalan berarti karena sudah berpengalaman dengan praktikum yang sebelumnya, permasalahan yang cukup berarti muncul ketika kelompok kecil saya menemukan hasil massa efektif pegas adalah negatif. Kemudian menemukan hasil tetapan gravitasi saat itu adalah 97 koma sekian m/s²….wahahahahha…..

Praktikum selesai sekitar jam ½11. Setelah itu, saya keluar dan kemudian pergi ke ComLabs mau ngenet, di sana ketemu kak Dian. Check lazzanight.co.nr, check blog, dll. Di tengah² browsing, mendapat SMS jarkom bahwa akan ada rapat halal bihalal jam ½12 di depan UPT Perpus Pusat. Jam ½12 saya dan kak Dian pun pergi ke perpustakaan.

Di depan perpus, sudah ada Ivan, Dadan, Amin, Kahfi, Febri, Choi, Gema, Yessica, Riza, Meryda, dan Agga. Singkatnya rapat dimulai, dijalani, diakhiri, lalu selesai.

Setelah itu…saya pergi ke LabDas IV di Labtek V lantai 3, buat posting undangan halal bihalal di milisna Al’d SMADA dan alumnismada, cukup lama juga soale internete rodok lemot waktu itu.

Sampe kos-kos an sekitar jam 3 sore…masuk kamar, langsung keinget binder biruku, liat ke meja…*DEG*….gak ada ? GAK ADA ? Ubek-ubek seisi kamar kos, mulai lemari pakaian, lemari n laci meja, tempat tidur, rak, sampe ke atas ke kamar e Ivan n Dadan tak cari’i juga nihil…Wah, trus binderku nde ndi yooo….

FYI, di dalam binder itu ada daftar pengeluaranku selama bulan September, daftar barang yang akan kubawa pulang, daftar kegiatan yang harus diselesaikan di Kediri selama liburan, SEMUA catethan Fisika Dasar, Kimia Dasar, PTI, KPIP ["Hee ? KPIP ? Emang lo nyatet apee ?" Hahaha...ada dehhh], dan….yang paling membuat binder biru itu terasa sangat berharga adalah….KSM….alias Kartu Studi Mahasiswa, yang merupakan bukti bahwa saya mengambil mata kuliah ini dan itu…dan merupakan SYARAT untuk dapat mengikuti UTS maupun UAS….dan UTS pertama yaitu kalkulus akan diadakan pada September 26, alias 2 hari lagi….

Nampol banget dah…kenapa juga KSM ilang nya baru sekarang !?!??!?!? Langsung ane balik ke kampus, melakukan backtracking [napak tilas maksudnya...hahaha] ke Lab Fidas, di situ dibantu Gogo, Gest, Alin, Indah, Romi, Dadan buat nyari di Lab FiDas, terutama di tempat penitipan barang, soale yg palenk potensial buat binder biru itu ketinggalan, tapi hasilnya nihil, gak nampak sama sekali.

Backtracking pun berlanjut, saya mengingat-ingat kejadian hari Selasa [kemarinnya, September 23] : Tutorial Kalkulus dengan dosen pengganti…binder itu masih ada…Kimia Dasar dengan pak Sarwono…binder itu malah tak buat nyatet…berarti masih ada sampe waktu itu….trus….Bahasa Inggris, sampe kelas Bahasa Inggris itu ingatanku sudah gak nyampek, aku lupa total apa waktu bahasa Inggris itu ngeluarin binder biru laknat itu atau tidak…

Tapi akhirnya saya pun langsung ke labtek VI ruang 9307 tempat kelas bahasa Inggris kemaren, melongok ke kelas….bindernya gak nampak…hadehhh….sempet kepikiran buat tanya TU nya labtek, tapi ga tau di mana. Berhubung hari sudah sore….ya sudah lah, balik dulu ke kos sambil nginget-nginget.

Di kos saya mengingat….ingat….ingat….ada kemungkinan binder itu terbawa oleh temen² sebangku saya waktu kelas bahasa Inggris, yang paling mungkin adalah Azlan Indra dan Wia Siti K. yang duduk di sebelah kanan dan kiriku, berhubung nomernya Wia gak punya, aku cuma sms Azlan, tapi ga dibales…huhu…

Berhubung buntu…saya terpaksa harus menyiapkan tameng buat kemungkinan terburuk (KSM tetep ilang sampe UTS besok lusa) akhirnya saya sms pak Santika Wachyudin, dosen wali saya. Saya terangkan secara singkat bahwa KSM saya hilang, untungnya responnya cepet dan tidak mbulet, langsung disuruh besok pagi jam 11 ke labtek V lantai 4, ke ruangnya pak Santika. OK, kemungkinan terburuk sudah teratasi.

Namun begitu saya tetap berharap binder itu ketemu, soale catethan² di dalemnya penting-penting semua, walaupun sebener e isa fotokopi, tapi tetep ae gak enak. Akhirnya…menerapkan The Secret !!! Saya bayangkan di dalam kepala…BINDER ITU SAYA TEMUKAN…BINDER ITU SAYA TEMUKAN …BINDER ITU SAYA TEMUKANBINDER ITU SAYA TEMUKAN….yahhh efeknya cukup heboh sih, waktu akhirnya malemnya tertidur…sampe kebawa mimpi…-_-”.

Di dalam mimpi itu, saya menemukan binder itu !!Jadi ceritanya di dalam mimpi itu, besok paginya waktu masuk kelas, saya tanya ke seorang teman – gak jelas mukanya siapa – tentang binder biruku itu, lalu dia bilang, “Oh…itu lho, mungkin dibawa sama Wisnu” (Wisnu itu temen sekelas saya, asalnya dari Bali) Langsung aku ke Wisnu, dan ternyata memang benar binder biru itu ada di tangannya….YESSSS……

Kemudian ada seperti suara benda bergetar….tiba-tiba saya terbangun…oh ternyata papa telpon…memastikan tiket kereta buat pulang balik sudah di tangan….setelah pembicaraan selesai….baru deh inget….”Yahhhhhhhh cuma mimpiiii….hiks…hiks…” -_-”"”"”

OK, walaupun cuma mimpi, tapi rasa-rasanya saya dapet wangsit bahwa binder biru itu benar-benar ada di tangan Wisnu. Saya pun melanjutkan tidur.

September 25 2008

Terbangun, melakukan ritual pagi hari seperti biasa, lalu berangkat ke kampus.

Sewaktu berjalan menuju ke GKU Barat saya langsung teringat Wisnu, dan merencanakan akan langsung menanyai dia saja. Feeling bahwa Wisnu yang membawa binder saya semakin kuat tatkala saya berbelok di tikungan tangga, menuju pintu ruang kelas 9123, Wisnu sedang berada di luar kelas, entah sedang melihat-lihat pemandangan atau menghirup udara pagi di ITB, whatever lah gak ngurus, langsung saja saya berlari dan langsung bertanya :

Timmy : “Nu, kamu bawa binder biruku itu gak ? Yang tiap hari tak bawa itu lho !!”
Wisnu :
“Hah ? Binder biru ? Gak tuh…binder biru yang mana toh ? Emang kamu punya binder biru ?
Timmy :
“AAARRGGGHHHH….”

Ternyata yang kulihat di mimpi tidak sesuai dengan realita kehidupan…aneh memang….

Akhirnya masuk kelas (dosennya belum dateng), langsung menyebarkan kepanikan kepada orang lain, tanya sana tanya sini, lalu tiba-tiba, waktu tanya-tanya sama Riska, dia bilang kalau kemarin ada temennya yang nemuin binder warna biru di lab FiDas !!!

Woohhh….semangat langsung memuncak lagi, dan untungnya lagi, langsung dibantu ditelponin ama Melon. (Thanks, Lon !!) Setelah nyambung, ditanya-tanyain deh tuh anak, trus dia bilang di bindernya ada nama, tulisannya….Andrian Kurniady….HAH ? Andrian Kurniady ?!?!? Dia kan alumni SMAK Sang Timur Jakarta, peraih medali perunggu IOI 2004 (Athena) dan perak IOI 2005 (Polandia) ?!?!?! Emang dia kuliah di ITB ?!?!? Tahun pertama lagi…-_-”…hari itu jadi semakin aneh saja. Tapi….bagaimanapun juga itu kan bukan namaku, udah gitu katanya di dalemnya ada brosur telkom speedy…huh…kapan pula aku pernah naro brosur telkom speedy di binder biruku itu…..pupus lagi deh harapan….

Akhirnya kuliah jam 1-2 mulai, Fisika Dasar, terpaksa nyatet di kertas dulu.

Setelah Fisika Dasar selesai, menanti dosen Kalkulus…sementara itu, teman-teman menyarankan untuk mencari lagi di labtek VI tempat kelas bahasa Inggris. Ya udah deh, mumpung waktunya juga masih panjang, akhirnya saya lari ke labtek VI, melongok bentar untuk dengan bodohnya sekali lagi menyadari bahwa di ruang 9307 ga ada binder biruku, trus langsung ke ruangan yang di dalemnya ada bapak-bapak gitu. Tampangnya mirip petugas gitu, langsung deh tanya-tanya tentang barang ketinggalan di labtek VI, lalu diarahkan untuk ke ruangan SP (Sarana Prasarana) di labtek V sebelahnya kantin borju, karena di situ ruangannya petugas yang biasanya mberesin ruangan² di labtek VI

Ke kantin borju, masuk ruangan SP yang dimaksud…bilang kalo mau cari barang ketinggalan, lalu ditanyai pertanyaan standar : Ketinggalannya di mana, di ruang apa, jam berapa, waktu pelajaran apa, barangnya seperti apa, dll. Lalu setelah tes kecil ini selesai, ditunjukkan barang-barangnya. Ternyata, ada banyak barang ketinggalan di situ, sebagian besar binder pula, langsung aku liat….ternyata…GAK ADA LAGI !!! Bindernya warna kuning, oranye gitu lah, ukurannya kecil lagi, sedangkan binderku ukuran sedang. Tapi kemudian, ada bapak-bapak lain yang ngubek-ngubek lemari di belakangnya, tiba-tiba manggil, “o0o ini ada lagi binder warna biru…apa yang ini ?”, dan ternyata……….YESSSSSSSSSSSS…..Binder Birukuuuuuuuuuuuuuu !!!! Langsung tak cek bagian dalem, KSM utuh, catetan lengkap, yahoooooo !!!!

Setelah itu bikin surat pernyataan sederhana bahwa saya sudah ngambil binder itu, lalu bilang terima kasih banyak-banyak ke bapak-bapak tadi, langsung balik ke GKU Barat. Di dalem kelas, waktu kutunjukin binder biru itu, langsung mendapat applaus dari anak-anak….pada ikut seneng campur heran semua binderku bisa ketemu…wahahahhaaha…..trus cerita-cerita ke yang lain gmn kronologisnya kok bisa sampe ketemu.

Yahhh….tips buat kalian yang kehilangan barang terutama di kampus. Kalau memang masih mungkin diusahakan, jangan pernah menyerah dan merelakan begitu saja barang hilang itu. Pikirkan terus bahwa barang itu akan kalian temukan, ucapkan dalam doa, tetap berusaha mencari dan memikirkan di mana kira-kira barang itu disimpan.

Selamat mencari barang hilang !! :D

Posted in ITB, Life. Tags: , , . 2 Comments »

2 Responses to “The Lost (Air)Binder”

  1. icha Says:

    heboh bangetssssssss

  2. TimotiusNC Says:

    @icha

    Apakah Anda adalah anak SF (Sekolah Farmasi) yang waktu TPB 2008/2009 lalu cerita ke Wia Siti Kaswiati kalau Anda membaca blog saya ini ?

    Soalnya reaksinya sama : “Heboh banget yaa !!”


Leave a Reply